pemikiran nurgholis majid

 

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH

PPMDI

DISUSUN

O

L

E

H

AKHIR MALI

080112126

FAKULTAS AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA)

MEDAN

2011


KATA PENGANTAR

ÉOó¡Î0 «!$# Ç`»uH÷q§9$# ÉOŠÏm§9$#

 

Alhamdulillahi robbil ‘alamin, wa sholatu was salamu ‘ala asyrofil anbiya’i wal mursalin wa ‘ala alihi wa ashhabihi ajma’in amma ba’du.

Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah menerangi dan memnuhi hati kita dengan keimanan. Yang mana keimanan adalah nikmat yang terbesar bagi kita. Sholawat dan salam kita sanjung sajikan untuk baginda kita nabi besar Muhammad SAW, seorang rasul yang telah menggandeng tangan kita menuju jalan kebenaran dan penuh dengan kasih sayang Allah.

Tugas ini merupakan persembahan hasil diskusi pemikiran dan pencarian informasi dari berbagai sumber, pillihan judul dan bahannya disesuaikan dengan silabus dan atas perintah dosen mata kuliah yang bersangkutan difakultas pendidikan agama islam.

Dalam penyelesaian tugas ini, kami menyadari banyak dapat kekurangan, kepada semua pihak kami harapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini. Kepada teman dan sahabat yang ikut berpartisipasi dalam penyelesaian makalah ini kami ucapkan terima kasih. Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembacanya.

 

Medan 4 April 2011

 

Penyusun

 

Daftar Isi

Kata pengantar…………………………………………………………………………………………… i

Daftar isi……………………………………………………………………………………………………. i

BAB I Pendahuluan……………………………………………………………………………………. 1

BAB II Pembahasan…………………………………………………………………………………… 3

Riwayat Hidup Nurcholis Madjid…………………………………………………….. 3

Riwayat Pendidikan Nurcholis Madjid……………………………………………… 3

Pemikiran Nurcholis Madjid…………………………………………………………….. 4

Pemikiran Tentang Teologi Insklusif………………………………………………… 4

Pemikiran Tentang Skulerisme…………………………………………………………. 5

BAB III Penutup………………………………………………………………………………………… 7

Kesimpulan……………………………………………………………………………………… 7

Kririk dan Saran……………………………………………………………………………… 7

Daftar Pustaka…………………………………………………………………………………………… 8


BAB I

Pendahuluan

 

Pada awal abad ke-20 di sebagian kalangan intelektual muslim terpelajar timbul kesadaran untuk membawa ummat islam kepada tingkat kemajuan sebagaimana yang pernah dicapainya di abad klasik, dan sekaligus mampu menghadapi tantangan modernisasi. Berbagai penyebab yang membawa kemunduran ummat islam telah dikaji secara seksama dan berbagai solusi untuk mengatasinya juga telah dikemukakan.

Berbagai solusi tersebut terkadang membawa pro dan kontra dikalangan masyarakat islam, terutama dari kalangan islam tradisionalis. Nurcholis Madjid adalah salah seorang tokoh pembaharu yang banyak ditentang oleh kalangan tradisionalis. Gagasannya tentang sekularisasi dalam islam, serta pernyataan tentang “Islam Yes, Partai Islam No” hingga kini banyak diperbincangkan orang . demikian pula kesadarannya untuk menggunakan institusi pendidikan untuk menyosialisasikan gagasan dan pemikirannya itu pula telah ia lakukan. Gagasannya tentang pembaharuan pesantren adalah merupakan bagian dari cita-cita modernisasinya. Pemikirannya sering memberikan inspirasi kepada tokoh pemikir sesudahnya. Akan tetapi banyak juga dari kalangan cendikiawan muslim terutama di Indonesia, menganggap pemikirannya sangat controversial, karena jauh dari ajaran agama islam. Beberapa pemikiran yang ditawarkannya antara lain; teologi Inklusif, Sekulerisme. kedua pemikiran tersebut jika ditelusuri asal sejarahnya, maka kedua pemikiran tersebut merupakan tradisi dari Barat, dan tidak sesuai dengan ajaran Islam, hal inilah yang menyebabkan banyak cendikiawan muslim Indonesia yang tidak setuju dengan pemikirannya. Namun, secara keseluruhan, pemikiran Nurcholis Madjid adalah mengarah menuju Indonesia yang moderat, demokrasi dan sekuler.

Nurcholis Madjid sangatlah fenomenal dikalangan cendekiawan muslim indonesia. Sangat penting untuk dikaji lebih dalam tentang gagasannya yang orisinil. Dengan gagasannya tergugahlah masyarakat muslim indonesia yang sarat dengan dogma budaya. Dan bahkan memungkinkan untuk menelaah lebih lanjut pemikiran yang berkisar politik dari Nurcholis Madjid.

Pemikiran yang progresif dan dapat berguna bagi khalayak orang banyak sangatlah diperlukan. Itu demi semata-mata untuk kemajuan dalam komunitas tersebut. Namun, permasalahan dalam masyarakat sangatlah kompleks sehingga terdapat kelompok tertentu yang menginginkan perubahan. Salah satu tokoh yang ngetop dalam Islam adalah Nurcholis Madjid yang terkenal dengan model pembaharuannya. Namun, dari beberapa pemikiran Cak Nur yang jadi masalah adalah bagaimana pemikiran politik Nurcholis Madjid bila dibenturkan budaya berpolitik yang dilakukan oleh Nabi Muhammad? Bila Cak Nur menekankan agar umat islam dalam berpolitik secara kultural lalu bagaimana prilaku nabi waktu memimpin kota madinah yang notabene negara kecil yang heterogen ataupun plural tidak jauh berbeda dengan Indonesia.

 

BAB II

Pembahasan

Riwayat Hidup Nurcholis Madjid

Nurcholish Madjid, lahir di Jombang, Jawa Timur, 17 Maret 1939.
Alumni KMI Pesantren Gontor, Ponorogo (1960) den alumni IAIN Jakarta pada Fakultas Sastra den Kebudayaan (1968). Meraih Doktor dari Universitas Chicago, AS (1984) dengan disertasi Ibn Taymiyya on Kalam and Falasifa. Ketua Umum HMI dua periode (1966-1971); Presiden Persatuan Mahasiswa Islam Asia Tenggara (1967-1969); Wakil Sekjen IIFSO (International Islamic Federation of Students Organisation); Pemimpin Umum majalah Mimbar Jakarta (1971-1974); Direktur LSIK Jakarta (1973-1976); Direktur Lembaga Kebajikan Islam Samanhudi Jakarta (1974-1992); Fellow dalam Eisenhover Fellowship (1990)

.Nurcholis madjid merupakan sosok pemikir muslim di Indonesia yang sangat controversial, sehingga tidak heran jika banyak orang yang menentang arus pemikirannya, karena dianggap menyimpang dari ajaran Islam yang sesungguhnya. Ia merupakan ikon pembaharu pemikiran dan gerakan islam di Indonesia. Gagasannya tentang pluralism telah menempatkannya sebagai intelektual muslim. Ia sering mengutarakan gagasan-gagasan controversial terutama gagasan-gagasan mengenai pembaharuan Islam di Indonesia. Pemikirannya dianggap sebagai sumber pluralism dan keterbukaan mengenai ajaran Islam, hal ini tercermin lewat yayasan paramadina dalam mengembangkan ajaran Islam yang moderat.

Riwayat pendidikan Nurcholis Madjid

Nurcholis Madjid lahir dan dibesarkan dilingkungan kiai di mojoanyar Jombang jawa timur, pada 17 maret 1939, ia sempat mengenyam pendidikan di beberapa pesantren termasuk di gontor ponorogo, setelah keluar dari gontor kemudian ia masuk ke IAIN Jakarta pada tahun 1961-1968, dan disini ia mengikuti banyak kegiatan salah satunya adalah HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), ia tercatat sebagai ketua selama dua periode secara berturut-turut, yakni pada tahun 1966 sampai 1971. setelah itu ia mengambil studi doktoralnya di universitas Chicago, Amerika Serikat pada tahun 1978-1984 dengan desertasi tentang filsafat dan khalam Ibnu Taimiyah. Ibn Taymiyya on Kalam and Falsafah.

Tokoh ini terkenal dengan pemikiran pembaharuannya, salah satunya mengenai sekularisme dan sekularisasi.

Pemikiran Nurcholis Madjid

Selama menjadi mahasiswa di IAIN ia sudah dikenal sebagai tokoh pembaru, hal ini terlihat sejak ia aktif di HMI, ia berpendapat bahwa fiqih, akidah, akhlak dan tasawwuf yang sudah ada tidak memadai dan relevan bagi umat islma di zaman modern ini. Setelah kembali ke Indonesia Nurcholis Madjid terjun kedunia social politik yang sesungguhnya, ia mulai menawarkan pemikirannya tentang sekularisme dan sekulerisasi. Pemikiran Nurcholis Madjid dipengaruhi oleh pemikiran didunia barat hal ini terlihat dari beberapa terminology yang digunakannya seperti istilah demokrasi sekularisasi dan sekularisme dan istilah tersebut masih diperdebatkan pada saat itu.  Pemikirannya dianggap sebagai sumber ajaran Pluralisme agama.

Pemikiran Tentang Teologi Inklusif

Selain itu pemikiran Nurcholis Madjid adalah mengenai teologi inklusif dan pluralis, menurut Nurcholis madjid islam adalah sikap pasrah ke hadirat Tuhan, kepasrahan ini menurut Nurcholos Madjid adalah menjadi karakteristik pokok semua agama yang benar, inilah worlview Al-quran, bahwa semua agama yang benar adalah al-islam, yakni sikap berserah diri kehadirat Tuhan.

Dalam pemikirannya yakni teologi inklusif, banyak pemikir muslim yang tidak setuju dengan pemikirannya tersebut, bahwa jalan kebenaran dan keselamatan (the truth and salvation) bukan hanya milik kaum muslimin melainkan juga agama yang ada diluar islam. Orang bisa disebut muslim tanpa harus memeluk agama islam, yang terpenting adalah sikap pasrah terhada Tuhan

Menurut Nurcholis Madji, kita umat islam diperintahkan untuk senantiasa menegaskan bahwa kita semua, penganut kitab suci yang berbeda-beda itu, sama-sama menyembah Tuhan Yang maha Esa, dan sama-sama pasrah (muslimun) kepadaNya. Bangunan Epistemologi teologi inklusif Nurcholis Madjid diawali dengan tafsir al islam yang berarti pasrah.

Teori teologi Inklusif dari Nurcholis Madjid ini, berupaya mendekontruksi makna islam yang sesungguhnya, islam sebagai sebuah agama (Ad-din) yang sudah diridhai Allah sebagai agama yang benar, didekontruksi maknanya sehingga agama yang benar disisi Tuhan bukanlah agama Islam saja, akan tetapi semua agama disisi Tuhan sama kedudukannya, dan orang yang pasrah (al-islam) kepada ajarannya ia akan masuk surga, baik ia beragama Kristen, Yahudi, Budha, Hindu dsb.

Menurut Nurcholis, ada tiga sikap dialog agama yang diambil. Yaitu, pertama, sikap eksklusif dalam agama lain (agama-agama yang lain adalah jalan yang salah, yang menyesatkan bagi umatnya). Kedua, sikap inklusif (agama-agama lain adalah bentuk implicit agama kita), ketiga sikap pluralis yang bisa terekpresi dalam macam-macam rumusan.

Pemikiran Tentang Sekularisme

Dalam kamus besar bahasa Indonesia disebutkan bahwa “sekularisme” adalah “paham atau pandangan filsafat yang berpendirian bahwa moralitas tidak perlu didasarkan pada ajaran agama. Sedangkan sekularisasi adalah “hal-hal yang membawa kearah kehidupan yang tidak didasarkan pada ajaran agama. Dan sekularis adalah penganut aliran filsafat yang menghendaki agar kesusilaan atau budi pekerti tidak didasarkan pada ajaran agama, sekuler adalah bersifat duniawi atau kebendaan

Faham sekularisme Nurcholis madjid, sering mendapat kritikan dari beberapa tokoh di Indonesia. Karena akar sekularisme adalah dari peradaban Barat bukan dari ajaran agama Islam. Akar dari sekularisme dalam sejarah adalah bahwa sekularisme muncul pada abad pertengahan, dimana pada saat itu dominasi gereja menghambat kemajuan penelitian, penyebabnya adalah didalam Bible terdapat atau mengandung hal-hal yang kontradiktif dengan akal manusia. Revolusi ilmiah (scientific revolution) yang dirintis Copernicus dengan teori heliosentrisnya dianggap bertentangan dengan ajaran yang ada di Bible, maka dari hal inilah yang mendorong munculnya faham sekularisme.

 

Pemikiran Nurcholis Madjid tentang tasawwuf sangat dipengaruhi oleh pemikiran Ibnu Taimiyah dan Hamka khususnya. Karena memang disertasi yang dituli oleh Nurcholis Madjid aadalah mengenai Ibnu Taimiyah yaitu tentang Ibn Taymiyya on Kalam and Falsafah.

Karya-karyanya yang sudah diterbitkan, Antara Lain:

  1. Khazanah Intelektual Islam (Jakarta: Bulan Bintang, 1986)
  2. Islam Kemoderenan dan Keindonesiaan (Bandung: Mizan, 1988)
  3. Islam Doktrin dan Peradaban, sebuah Telaah Kritis tentang Masalah Keimanan, Kemanusiaun, dan Kemoderenan (Jakarta: Paramadina, 1992)
  4. Islam Kerakyatan dan Keindonesiaan (Bandung: Mizan, 1993)
  5. Pintu-pintu Menuju Tuhan (Jakarta Paramadina, 1994)
  6. Islam Agama Kemanusiaan, Membangun Tradisi dan Visi Baru Islam Indonesia (Jakarta: Paramadina, 1995)
  7. Islam Agama Peradaban (Jakarta: Paramadina, 1995)
  8. Kaki Langit Peradaban Islam (Jakarta: Paramadina, 1997)
  9. Tradisi Islam, Peran dan Fungsinya dalam Pembangunan di Indonesia (Jakarta: Paramadina, 1997)
  10. Masyarakat Religius (Jakarta Paramadina, 1997)
  11. Perjalanan Religius ‘Umrah dan Haji (Jakarta: Paramadina, 1997)
  12. dan buku ini, Bilik-Bilik Pesantren (Jakart 80).

 

 

 

BAB III

Penutup

Kesimpulan

Dari beberapa pemikiran Nurcholis yang telah dijelaskan diatas , jelas bahwa pemikiran pembaharuan Nurcholis Madjid sangat dipengaruhi oleh pemikiran Barat, hal tersebut bisa dilihat dari pemikiran yang ditawarkan seperti teologi inklusif, yang menyatakan bahwa al-islam yang sesungguhny adalah tunduk dan patuh kepada Tuhan, jadi seseorang yang telah tunduk terhadap ajaran agamanya, baik ia seorang yang beragama Hindu, Budha, Kristen dan sebagainya, jika ia sudah patuh dan tunduk kepada ajaran agamanya maka ia disebut muslim. Faham inilah yang kemudian dikenal dengan Pluralisme agama, yaitu faham yang menganggap bahwa semua agama benar, tidak hanya milik Islam.

Kritik dan Saran

Dalam penulisan makalah ini, tentu banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Aning S, Floriberta, “100 tokoh yang mengubah Indonesia: biografi singkat seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia di abad 20”, Narasi, 2005

Armas, Adnin “Pengaruh Kristen-orientalis terhadap Islam liberal: dialog interaktif dengan aktivis Jaringan Islam Liberal” (Jakarta: Gema Insani, 2003)

Husein, Adian, “Hegemoni Kristen-Barat Dalam Studi Islam Di Perguruan Tinggi”, (2006)

Madjid, Nurcholis & Tasirun Sulaiman, “Tiga Puluh sajian ruhani”, (Bandung: Mizan Pustaka, 1999)

About Arminaven

islam adalah segalanya dalam kehidupanku..tiada kehidupan tanpa hidup yang islami
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s