makalah jenis dan syarat evaluasi pendidikan islam

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH

TEHNIK EVALUASI PENGAJARAN AGAMA ISLAM

DISUSUN

O

L

E

H

AKHIR MALI

ALISYA NADRA AFFENDY

SITI SYARIFAH

DEDI PEBRIAMAN

FAKULTAS AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA)

MEDAN

2011

 

KATA PENGANTAR

 

Alhamdulillahi robbil ‘alamin, wa sholatu was salamu ‘ala asyrofil anbiya’i wal mursalin wa ‘ala alihi wa ashhabihi ajma’in amma ba’du.

Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah menerangi dan memnuhi hati kita dengan keimanan. Yang mana keimanan adalah nikmat yang terbesar bagi kita. Sholawat dan salam kita sanjung sajikan untuk baginda kita nabi besar Muhammad SAW, seorang rasul yang telah menggandeng tangan kita menuju jalan kebenaran dan penuh dengan kasih sayang Allah.

Tugas ini merupakan persembahan hasil diskusi pemikiran dan pencarian informasi dari berbagai sumber, pillihan judul dan bahannya disesuaikan dengan silabus dan atas perintah dosen mata kuliah yang bersangkutan difakultas pendidikan agama islam.

Dalam penyelesaian tugas ini, kami menyadari banyak dapat kekurangan, kepada semua pihak kami harapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini. Kepada teman dan sahabat yang ikut berpartisipasi dalam penyelesaian makalah ini kami ucapkan terima kasih. Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembacanya.

 

Medan 30 Maret 2011

 

Penyusun

 

Daftar Isi

Kata pengantar…………………………………………………………………………………………… i

Daftar isi…………………………………………………………………………………………………….. i

Pendahuluan……………………………………………………………………………………………….. 1

Evaluasi Pendidikan Agama Islam………………………………………………………………. 1

Pembahasan………………………………………………………………………………………………… 2

A. Jenis Evaluasi Pendidikan Agama Islam………………………………………………… 2

1.Evaluasi formatif ……………………………………………………………………………….. 2

2.Evaluasi Sumatif ……………………………………………………………………………….. 3

3. Evaluasi penempatan (placement)………………………………………………………. 4

4. Evaluasi diagnostik……………………………………………………………………………. 4

5. Evaluasi Prasyarat…………………………………………………………………………….. 5

6. Ujian Akhir Nasional (UAN) …………………………………………………………….. 5

B. Syarat-Syarat Evaluasi Pendidikan Agama Islam……………………………………. 7

Penutup………………………………………………………………………………………………………. 8

Kesimpulan………………………………………………………………………………………. 8

Kritik dan Saran………………………………………………………………………………. 8

Daftar Pustaka……………………………………………………………………………………………. 9


PENDAHULUAN

EVALUASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

 

Menurut Ralph Tyler evaluasi merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana ,dalam hal apa,dan bagaimana tujuan pendidikan sudah tercapai. Jika belum , bagaimana yang belum dan apa sebabnya.Defenisi yang lebih luas dikemukakan oleh dua orang ahli lain yakni Cronbach dan Stufflebeam.tambahan defenisi tersebut adalah bahwa proses evaluasi bukan sekedar mengukur sejauh mana tujuan tercapai,tetapi digunakan untuk membuat keputusan.

Menurut pengertian lama pencapaian tujuan pembelajaran yang berupa prestasi belajar,merupakan hasil dari kegiatan belajar-mengajar semata,dengan kata lain,kualitas kegiatan belajar mengajar adalah satu-satunya faktor penentu bagi hasilnya. pendapat seperti itu kini sudah tidak berlaku lagi,karena prestasi merupakan hasil kerja(ibarat sebuah mesin) yang keadaan nya sangat kompleks .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN

B. JENIS EVALUASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Jenis-jenis evaluasi yang dapat diterapkan dalam pendidikan Islam ada beberapa macam yaitu :

1.Evaluasi formatif :

Evaluasi ini digunakan untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai anak didik setelah ia menyelesaikan program dalam satuan bahan pelajaran pada suatu bidang studi tertentu.Evaluasi ini dipandang sebagai “ulangan” yang dilakukan pada setiap akhir penyajian satuan pelajaran atau modul. Tujuannya adalah untuk memperoleh umpan balik yang mirip dengan evaluasi diagnostik (penjelasannya akan dijelaskan selanjutnya) yakni mendiagnosis (mengetahui penyakit/kesulitan) belajar siswa.

Hasil diagnosis kesulitan belajar tersebut digunakan sebagai bahan pertimbangan rekayasa pengajaran remedial (perbaikan). Asumsi yang mendasari evaluasi ini adalah bahwa manusia dalam hal ini peserta didik mempunyai banyak kelemahan

“ Diciptakan manusia dalam keadaan lemah.” Dan pada mulanya tidak mengetahui apa-apa (QS. 16 : 78):

Dalam melaksanakan evaluasi formatif, seorang pendidik perlu memperhatikan beberapa aspek evaluasi jenis ini, yaitu :

a)      Aspek fungsi, yaitu untuk memperbaiki proses belajar mengarah ke arah yang lebih baik dan efisien

b)      Aspek tujuan, yaitu mengetahui sampai dimana penguasaan peserta didik tentang bahan pendidikan yang diajarkan dalam satu program satuan satuan pelajaran serta sesuai atau tidaknya dengan tujuan.

c)      Aspek yang dinilai, yaitu untuk mengetahui aspek-aspek yang dinilai pada penilaian formatif, meliputi, tingkat pengetahuan peserta didik , keterampilan dan sikapnya ketika dan setelah proses pembelajaran dilaksanakan

2.Evaluasi Sumatif

Yaitu evaluasi yang dilakukan terhadap hasil belajar peserta didik setelah mengikuti pelajaran dalam satu catur wulan, satu semester atau akhir tahun untuk menentukan jenjang pendidikan berikutnya. Evaluasi sumatif ini dapat dianggap sebagai “ulangan umum” yang dilakukan untuk mengukur kinerja akademik atau prestasi belajar siswa pada akhir periode pelaksanaan program pengajaran. Evaluasi ini lazim dilakukan pada setiap akhir semester atau akhir tahun ajaran. Hasilnya dijadikan bahan laporan resmi mengenai kinerja akademik siswa dan bahan penentu naik tidaknya siswa ke kelas yang lebih tinggi.

Asumsi evaluasi ini adalah bahwa segala sesuatu termasuk peserta didik diciptakan mengikuti hukum bertahap. Setiap tahap memiliki satu tujuan dan karakteristik tertentu Satu tahapan yang harus diselesaikan terlebih dahulu untuk kemudian beralih ke tahapan yang lebih baik. (QS.84 : 19) :

“ Sesungguhnya kamu akan melalui tingkat (tahap)demi tahap dalam kehidupan.”

Dalam melaksanakan evaluasi sumatif, seorang pendidik perlu memperhatikan beberapa aspek evaluasi jenis ini yaitu :

a)      Aspek fungsi, yaitu untuk menentukan angka atau nilai peserta didik setelah mengikuti program bahan pelajaran dalam satu catur wulan atau semester.

b)      Aspek tujuan, yaitu mengetahui taraf hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik setelah menyelesaikan program bahan pelajaran dalam catur wulan, semester, akhir tahun atau akhir program pelajaran pada suatu unit pendidikan tertentu.

c)      Aspek yang dinilai, yaitu untuk mengetahui aspek-aspek yang dinilai atas kemajuan hasil pelajaran meliputi pengetahuan, keterampilan, sikap dan penguasaan peserta didik tentang materi yang diberikan.

d)     Waktu pelaksanaan, yaitu untuk mengetahui kapan sebaiknya penilaian dilaksanakan, apakah sebelum, ketika proses belajar berlangsung atau akhir proses pembelajaran.

3. Evaluasi penempatan (placement)

yaitu evaluasi yang dilakukan sebelum peserta didik mengikuti proses belajar mengajar untuk kepentingan penempatan pada jurusan atau fakultas yang diingini. Asumsi yang mendasari evaluasi ini bahwa setiap manusia dalam hal ini peserta didik memiliki perbedaanperbedaan dan potensi khusus.

Perbedaan ini kadangkadang merupakan kelebihan atau kelemahan. Masing- masing perbedaan harus ditempatkan sebagaimana seharusnya, sehingga kelebihan individu dapat berkembang dan kelemahannya dapat diperbaiki.  aًيِَ ىدَْأََُ ْ مَبِُَْ أَْكُبرََِِَِاشَ ََ ُمَعْَُ

“ Tiap-tiap orang berbuat berbuat menurut

keadaannya masing-masing.”

Dalam melaksanakan evaluasipla cement,
seorang pendidik perlu memperhatikan beberapa
aspek evaluasi jenis ini, yaitu :
a. Aspek fungsi, yaitu untuk mengetahui potensi,
kecenderungan kemampuan peserta didik dan
keadaan pribadinya agar dapat ditempatkan pada
posisinya. Umpamanya, anak yang berbadan kecil
jangan ditempatkan di paling belakang, tetapi
sebaiknya di depan agar ia tidak mengalami
kesulitan mengikuti proses pembelajaran. Begitu
pula kasus penempatan jurusan tertentu. Di
Madrasah Aliyah, umpamanya, peserta didik yang
berbakat Ilmu Pasti jangan ditempatkan pada
jurusan Bahasa, sebab akan mengalami hambatan
dalam menerima pelajaran lebih lanjut. Banyak lagi
masalah-masalah lain yang harus diperhatikan
dalam penempatan peserta didik.
b. Aspek tujuan, yaitu menempatkan peserta didik
pada tempat yang sebenarnya berdasarkan bakat,
minat, kemampuan, kesanggupan serta keadaan37

Aspek yang dinilai, yaitu untuk mengetahui keadaan fisik dan psikis, bakat, minat, kemampuan, pengetahuan, pengalaman, keterampilan, sikap dan aspek-aspek lain yang dianggap perlu bagi kepentingan pendidikan anak selanjutnya. Kemungkinan penilaian ini dapat jugadilakukan setelah anak mengikuti pelajaran selama  satu catur wulan, satu semester, atau satu tahun sesuai dengan tujuan lembaga pendidikan yang bersangkutan.

Aspek waktu pelaksanaan, yaitu untuk mengetahui kapan sebaiknya dilaksanakan penilaian penempatan (placement), apakahsebelum anak mengikuti proses pembelajaran atau setelah mengikuti pendidikan di suatu tingkat pendidikan tertentu

4. Evaluasi diagnostik

yaitu evaluasi yang dilakukan terhadap hasil penganalisaan tentang keadaan belajar peserta didik, meliputi kesulitan- kesulitan atau hambatan yang ditemui dalam situasi belajar mengajar. Asumsi yang mendasari evaluasi ini adalah bahwa pengalaman pahit masa lalu dapat dijadikan guru untuk memperbaiki masa depan. Setiap kegiatan dalam proses pembelajaran tidak terlepas dari kesulitan dan hambatan yang dihadapi, maka ia akan memperoleh kemudahan dalam kegiatan berikutnya.

Menurut Muhibbinsyah evaluasi ini dilakukan setelah penyajian sebuah satuan pelajaran dengan tujuan mengidentifikasi bagian-bagian tertentu yang belum dikuasai siswa. Instrumen evaluasi jenis ini dititikberatkan pada bahasan tertentu yang dipandang telah membuat siswa mendapatkan kesulitan.

 

Dalam melaksanakan penilaian diagnostik, seorang pendidik perlu memperhatikan beberapa aspek evaluasi jenis ini yaitu :

a)      Aspek fungsi, yaitu untuk mengetahui masalah- masalah yang menganggu peserta didik yang dapat mempersulit dan menghambat proses pembelajaran, baik dalam satu bidang studi tertentu atau keseluruhan bidang studi. Setelah mengetahui penyebab kesulitan terjadi, lalu diformulasikan usaha pemecahannya.

b)      Aspek tujuan, yaitu membantu kesulitan atau mengatasi hambatan yang dialami peserta didik waktu mengikuti kegiatan belajar pada satu mata pelajaran atau keseluruhan program pengajaran.

c)      Aspek yang dinilai, yaitu untuk mengetahui hasil belajar yang diperoleh peserta didik, latar belakang kehidupannya dan semua aspek yang menyangkut kegiatan belajar.

d)     Aspek waktu pelaksanaan, yaitu untuk mengetahui kapan diperlukan pembinaan yang tepat dalam rangka meningkatkan mutu pengetahuan peserta didiknya.

5. Evaluasi Prasyarat

Evaluasi jenis ini sangat mirip dengan pre test. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi penguasaan siswa atas materi lama yangmendasari materi baru yang akan diajarkan.Contoh, evaluasi penguasaan penjumlahan bilangan sebelum memulai pelajaran perkalian bilangan, karena penjumlahan merupakan prasyarat atau dasar pekalian.

6. Ujian Akhir Nasional (UAN)

Ujian Akhir Nasional (UAN) yang dulu disebut EBTANAS bahkan sekarang diganti menjadi Ujian Nasional (UN) pada prinsipnya sama dengan  evaluasi sumatif dalam arti sebagai alat penentu kenaikan status siswa. Namun UAN yang diberlakukan mulai tahun 2002 itu dirancang untuksiswa yang telah menduduki kelas tertinggi pada satu jenjang pendidikan tertentu seperti jenjang SD?MI, SLTP/MTs, dan sekolah-sekolah menengah yakni SMA dan sebagainya

 

 

 


B. SYARAT-SYARAT EVALUASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Syarat-syarat yang dapat digunakan dalam evaluasi pendidikan Islam adalah :

1)      Validity, yaitu pelaksanaan tes harus berdasarkan hal-hal yang seharusnya dievaluasi, yang meliputi seluruh bidang tertentu yang diingini dan diselidiki sehingga tidak hanya mencakup satu bidang saja. Soal-soal tes harus memberi gambaran keseluruhan(representatif) dari kesanggupan anak mengenai bidang itu.

2)      Reliable, yaitu tes tersebut dapat dipercayai yakni dengan memberikan ketelitian dan keterangan tentang kesanggupan anak didik sesungguhnya, soal yang ditampilkan tidak membawa tafsiran yang bermacam-macam sehingga mudah dimengerti oleh peserta didik.

3)      Efisiensi, yaitu tes yang dilakukan merupakan tes yang mudah administrasinya, penilaian dan interpretasinya (penafsirannya). Selain itu, evaluasi yang dilaksanakan harus secara cermat dan tepat pada sasarannya. Sesuai dengan Alquran surat Al-Insyiqoq (84) ayat 8 :

“ Maka dia akan dievaluasi dengan pengevaluasian yang mudah.”

4)      Ta ’a bbudiyyah dan ikhlas, yaitu evaluasi yang dilakukan dengan penuh ketulusan dan pengabdian kepada Allah Swt. Apabila prinsip ini dilakukan, maka upaya evaluasi akan membuahkan kesan husnu zhann (prasangka baik) terjadi perbaikan tingkah laku secara positif dan menutupi rahasia-rahasia buruk pada diri seseorang

 

 

 

 

PENUTUP

A. Kesimpulan

1.            pencapaian tujuan pembelajaran yang berupa prestasi belajar,merupakan hasil dari kegiatan belajar-mengajar semata,dengan kata lain,kualitas kegiatan belajar mengajar adalah satu-satunya faktor penentu bagi hasilnya

2.            ada bermacam macam evaluasi, antara lain:

a)      Evaluasi formatif

b)      Evaluasi Sumatif

c)      Evaluasi penempatan (placement)

d)      Evaluasi diagnostik

e)      Evaluasi Prasyarat

f)       Ujian Akhir Nasional (UAN)

3.            Syarat-syarat yang dapat digunakan dalam evaluasi pendidikan Islam adalah

a)      Validity

b)      Reliable

c)      Efisiensi

d)      Ta ’a bbudiyyah

e)      ikhlas

B,  Kritik dan Saran

Dalam penulisan makalah ini, tentu banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Agama RI.Al Qur’an dan terjemahnya.PT.Syamil Cipta Media, Bandung: 2005

Prof.Dr. Atikunto, Suharsimi. Dasar Dasar Evaluasi Pendidikan. Aksara, jakarta: 2009

Prof.Dr.Sudijono, Anas. Penganatar Evaluasi Pendidikan. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta : 2006

 

About Arminaven

islam adalah segalanya dalam kehidupanku..tiada kehidupan tanpa hidup yang islami
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s